Archive for July, 2007

Filsafat Air

Friday, July 13th, 2007

by. Judith M. Tomasowa

Air setetes menghidupkan,
Air sewabah mematikan,

Air meresap di udara, tanah , kayu, kertas, dsb.
Walau demikian, air tetap air,….. dapat terpisah dan bersatu dg yg lain. Air tidak mengisolasikan diri dari dunia untuk menjaga ksejatian diri.

Air merambat dengan gaya kapilaritas dengan tenang, merata, dari bawah ke atas Mengejar sukses, dilakukan dengan pengaturan jadual yang mampu mencakup semua kesibukan tanpa merombak besar-besaran, mampu mengerjakan banyak hal saat bersamaan.

Air mengalir dari tempat yg tinggi ke tempat yg rendah
Walau dalam merambat air ke atas, tetapi air tidak lupa menuju ke bawah, merendahkan diri, dan menjadi kekuatan besar ketika menuju ke bawah, kekuatan magnetis.

Air mengikuti bentuk wadahnya.
Air membiarkan dirinya menjadi isi, tidak melakukan perlawanan direct, dengan kekuatan. Air menyambut kekuatan dan menggabungkannya dalam dirinya tanpa gesekan, dan melepas kekuatan tersebut, tanpa menghilangkan apa pun dari dalam dirinya. Air tidak memaksakan diri menjadi sesuatu bentuk tetap masa kini, lalu atau depan.

Air dapat berwarna, atau bening
Air menyatu dengan yang lainnya, menjadi wadah, dan membiarkan dirinya diisi oleh hal dari luar.

Air menjaga kestabilan emosi diri, perkembangan diri.
Air dapat sejenak panas dan menguap, kemudian mengembun menjadi air lagi
Air dapat sejenak dingin dan membeku, kemuidan mencair kembali lagi

Interaksi dengan orang lain
Air bertemu api, memadamkan api dan kobarannya
Air bertemu angin, menyejukkan angin yang kering
Air bertemu tanah, menyuburkan tanah
Air bertemu mahluk hidup, menghidupkan

Air menyeimbangkan hidup, tidak menekan berlebihan di sebuah sisi, atau meringankan di sisi yang lain. Air merata di semua permukaan, demikian hukum Pascal Tekanan beban terhadap air, akan terbagi rata ke seluruh bagiannya, tidak ada yg berat sebelah. Demikian dengan hidup, jika kita terlalu menekan pada sisi dlm hidup, berarti kita kan kehilangan sisi yang lain sama kuatnya dengan apa yang kita
dapatkan.

Sikap air terhadap benda asing dianalogikan terhadap teman

Mengapungkan
Jika sesuatu bersifat tidak penting, ringan. Jika air bergejolak, maka benda ini akan terlempar dari air. Tipe benda sbg manusia: orang yang Tidak sepermainan & tidak membangun

Mengambang dalam air
Jika sesuatu bersifat sama berat dengan Berat Jenis Air, dan benda ini ikut mengalir dalam arus air, tanpa terlempar ke luar. Tipe benda sbg manusia: org sepermainan, tapi tidak membangun.

Tenggelam di dalam air
Jika sesuatu bersifat lebih berat dari Berat Jenis air, dan benda ini akan menahan putaran arus air, dan menenangkan air tersebut dari goncangan.
Tipe benda sbg manusia: Belum tentu tdk sepermainan, sangat membangun, menyadarkan alam pikir, dan memberi tantangan perkembangan diri.

JIKA

Friday, July 13th, 2007

Jika kamu memancing ikan…..

Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu…..

Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja….

Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia

akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang… .

Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya…..

Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja……

Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat

melupakan segalanya selagi dia mengingat… ..

Jika kamu menadah air biarlah mengalir, jangan terlalu mengharap pada

takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh……cukuplah sekadar

keperluanmu. ……

Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk kamu menambalnya semula……

Akhirnya ia dibuang….. .

Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan

lagi…..

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya…. .

Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya

Begitu istimewa…. .

Anggaplah ia manusia biasa.

Apabila sekali ia melakukan kesalahan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.

Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke

akhirnya…. .

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu.

Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang

lain….

Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak

boleh memakannya. kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan

kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba

bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan

kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal.